PERBEDAAN CARBURETOR SYSTEM DAN ELECTRONIC CONTROL INJECTION 1

1. PERBEDAAN CARBURETOR SYSTEM DAN ELECTRONIC CONTROL INJECTION
SYSTEM (ECI)

Carburetor
Tekanan negatif (Vacuum) yang dihasilkan oleh aliran udara pada venturi menghisap bahan
bakar ke dalam saluran udara masuk di pangkat throttle.
ECI
Penyemprotan sejumlah bahan bakar oleh injector ke dalam saluran udara masuk merupakan respon
terhadap suatu sinyal listrik (electric) dari computer.


1-1 Sebelum Start
Ketika engine dengan carburetor sistem dihidupkan, campuran udara-udara bakar yang pekat
diberikan dengan difungsikannya choke sistem. Pada ECI sistem, semua pengaturan terjadi secara
otomatis dan pengoperasiannya dilakukan secara elektrik dengan memperhitungkan temperatur pendingin,
temperatur udara, dan sebagainya.
Perbedaan konstruksi carburetor sistem dan ECI sistem ini menyebabkan perbedaan cara menghidupkan
engine.
Carburetor Sistem
Carburetor menggunakan sebuah choke jenis manual atau automatic seperti diperlihatkan dalam Gambar
1-4. Gambar 1-5 memperlihatkan sebuah carburetor dengan choke jenis automatic. Pada automatic choke,
choke valve akan tertutup dengan sendirinya sampai beberapa saat. Bagaimanapun juga, engine dengan
carburetor manual atau automatic choke sukar dihidupkan pada posisi idle dengan throttle valve hamper
tertutup rapat.
Untuk menghidupkan engine dengan carburetor, Anda harus menarik tombol choke secara manual dan
menekan pedal accelerator, atau menekan accelerator agar automatic choke bekerja.
Juga, ketika pedal ditekan, sejumlah kecil fuel disemprotkan dari acceleration sistem untuk membantu
memperkaya campuran.
ECI Sistem
Pada ECI sistem semua mekanisme bekerja secara otomatis, seperti diperlihatkan dalam Gambar 1-6,
servo ISC dari Intake sistem, coolant temperatur sensor yang diperlukan untuk menghidupkan engine, dan
alat sejenisnya bekerja secara electris, dan mengirimkan informasi dalam bentuk perubahan tegangan.
Dengan demikian, tak ada yang harus dilakukan sebelum menghidupkan engine. Dengan ECI sistem, anda
sama sekali tidak perlu menekan pedal accelerator. Jika anda melakukannya, engine akan lebih sukar
dihidupkan karena throttle posisi sensor mengirimkan informasi yang tidak semestinya.




1-2 Menghidupkan engine 
Bandingkan carburetor sistem dan ECI sistem untuk melihat perbedaan pengopersiannya dari saat starterdiaktifkan sampai engine hidup.

Carburetor Sistem
Dengan carburetor sistem, choke valve harus tertutup rapat dengan cara menekan pedal accelerator atau
menarik choke valve secara manual. Primery throttle valve harus dibuka sedikit seperti diperlihatkan dalam
Gambar 1-7.
Ketika starter diaktifkan, engine akan berputar dan udara akan terhisap ke dalam silinder. Dengan choke
valve tertutup, tekanan pada bagian bawah choke valve akan menjadi negatif. Tekanan negatif ini akan
menghisap sejumlah besar fuel dari sisi primery main sistem dan slow sistem. Campuran kaya yang
diperlukan untuk menghidupkan engine akan masuk. Sebuah tube ventilasi (air vent tube) udara
menghubungkan (float) chamber ke atmosfir pada sisi atas choke valve, sehingga dapat terjadi perbedaan
yang besar antara tekanan dalam ruang (chamber) dan venturi.
Jika fuel terus diberikan dengan keadaan yang sama setelah engine hidup, sejumlah besar fuel yang tidak
teratomisasi akan masuk ke dalam engine. Hal ini disebabkan karena udara yang masuk sedikit dan kadar
aliran udara lambat. Agar tidak terjadi demikian, choke valve harus segera dibuka setelah engine hidup.
Poros (shaft) choke valve dipasang tidak center (accentric) pada choke valve seperti diperlihatkan dalam
Gambar 1-8. Pada choke valve dan porosnya terdapat choke valve spring dan sebuah bimetal spring
seperti diperlihatkan dalam Gambar 1-9 dan Gambar 1-10. dengan sendirinya posisi valve akan menempati
suatu titik kesetimbangkan antara tekanan negatif dan gaya pegas (spring).
Dalam automatic choke, pembukaan choke valve ditentukan oleh kekuatan bimetal yang beragam menurut
temperatur atmosfir pada saat menghidupkan engine. Bila temperatur atmosfir rendah, bimetal kuat.
Bahkan pada saat tekanan negatif manifold bekerja pada choke valve, bimetal akan menekan dengan kuat
ke arah menutup choke valve. Choke valve hanya akan terbuka sedikit sehingga menghasilkan campuran
udara-fuel yang kaya (rich). Pada saat suhu atmosfir sedang tinggi atau bila temperatur bimetal dipanaskan
oleh heater, bimetal akan melemah, sehingga choke valve akan terbuka dengan sudut yang lebih besar.
Campuran akan menipis (lean).
ECI System
ECI sistem menggunakan informasi yang dikirimkan dalam bentuk sinyal-sinyal listrik dari sensor-sensor,
diperlihatkan dalam Gambar 1-6, untuk menentukan banyaknya penyemprotan fuel yang diperlukan pada
saat start, dan menentukan banyaknya udara yang dimasukkan oleh intake sistem untuk memberikan
campuran yang tepat kepada engine.
Besarnya penyemprotan fuel untuk start
Besarnya penyemprotan dasar dihitung oleh rangkaian penghitung untuk menentukan besarnya
penyemprotan yang tepat menurut jumlah dan kecepatan udara yang dimasukkan oleh intake sistem
berdasarkan informasi dari air flow sensor dan crank angle sensor.
Besarnya penyemprotan tambahan yang diperlukan untuk kompensasi ditentukan oleh rangkaian
penghitung dan ditambahkan pada jumlah penyemprotan dasar. Penyemprotan tambahan diperlukan untuk
menghidupkan engine, pemanasan, dan untuk mengimbangi suhu udara masuk.
Koefisien dan rasio tertentu untuk tiap kompensasi, bersama suhu udara dan suhu pendingin di saat engine
dihidupkan, akan digunakan untuk perhitungan.

1-3 Warming up / pemanasanCarburetor Sistem
Dengan sistem carburetor, keadaan pemanasan setelah engine dihidupkan akan dipertahankan oleh
choke.
Pada sistem automatic choke, mekanisme fast idle, seperti diperlihatkan dalam Gambar 1-11, akan bekerja
untuk memanaskan engine.
Mekanisme fast idle menggerakkan cam fast idle ke posisi start dengan mengoperasikan pedal accelerator
pada saat engine dihidupkan. (Posisi cam varvariasi menurut temperatur atmosfir, dan sebagainya)
Setelah engine dihidupkan, throttle valve akan berada dalam keadaan sedikit lebih terbuka dari pada posisi
idle. Dengan demikian, tekanan negatif manifold setelah engine dihidupkan akan bekerja pada choke valve,
main nozzle, slow port dan idle port.
Choke valve yang telah bergerak ke suatu titik keseimbangan antara bimetal spring dan tekanan negatif,
akan dibuka sedikit lebih lebar dari pada posisi start oleh peralatan seperti choke opener (Gambar 1-12).
Karena tekanan negatif bekerja pada main nozzle, slow port, idle port dan celah choke valve, maka
semakin banyak fuel dan udara yang terhisap ke dalam dan engine akan berputar lebih cepat untuk
pemanasan, Kecepatan engine yang lebih tinggi memungkinkan engine untuk melakukan pemanasan
tanpa terjadi hambatan setelah engine dihidupkan.
Berlangsungnya pemanasan meningkatkan pengabutan fuel dan kondisi engine, dan engine akan berputar
lebih cepat.
Dalam hal ini, accelerator pedal harus ditekan satu kali untuk menurunkan kecepatan engine. (Sekarang
sudah ada carburetor yang dapat menurunkan kecepatan engine secara otomatis).
ECI System
Ketika sinyal starter dari ignition switch berubah menjadi sinyal ignition switch ON (IG), ECI sistem
mengolah informasi ini untuk menentukan jumlah penyemprotan untuk pemanasan dan menentukan
banyaknya udara untuk pemanasan yang dimaksukkan oleh intake sistem agar dapat diberikan campuran
yang tepat ke dalam engine.
Jumlah penyemprotan fuel untuk pemanasan
Jumlah penyemprotan dasar dihitung oleh circuit penghitung yang menentukan jumlah penyemprotan yang
tepat untuk jumlah udara masuk dan kecepatan engine selama pemanasan berdasarkan informasi dari air
flow sensor dan crank angle sensor.
Jumlah penyemprotan tambahan untuk kompensasi ditentukan dan ditambahkan pada jumlah
penyemprotan dasar oleh circuit penghitung, menggunakan koefisien-koefisien dan rasio-rasio
penyemprotan tambahan yang sesuai dengan suhu atmosfir dan suhu air pendingin.
Bila ignition switch berubah dari posisi start menjadi keadaan ON, circuit hanya merubah penyemprotan
tambahan untuk start sampai post-start, dan tidak merubah penyemprotan tambahan lainnya untuk
pemanasan (berdasarkan temperatur coolant) dan kompensasi temperatur udara masuk.
 Bersambung..
PERBEDAAN CARBURETOR SYSTEM DAN ELECTRONIC CONTROL INJECTION 2

No comments: